Berkat ikut pelatihan jurnalistik yang diadain senior-senior di Progresif, gw dapet ilmu baru tentang gimana mbikin layout majalah yg baik itu. Nah disini gw mau share apa yang gw dapet.
Jadi aturan ngelayout itu:
- Sebaiknya jangan kebanyakan masukin font,
- Cocokkan font dengan isi tulisannya,
- Warna yang digunakan jangan kebanyakan, gunakan warna-warna secukupnya yang match dan enak dipandang,
- Ukuran font disesuaikan,
- Pinter-pinterlah milih paduan warna,
- Buatlah layout yang ga bikin orang yg mbaca capek liatnya, jangan keramean hiasan sono sini,
- Bila ada gambar/foto. Dibikin prioritas. Tonjolkan gambar yang penting (digedein) sedangkan gambar2 ‘sampingan’ ya lebih kecil,
- Warna huruf jgn jadi g kbaca gara2 layoutnya! Kita bukan mau pamer layout, majalah itu perlu dibaca tulisannya,
- Jangan sampe bikin isi tulisannya mati,
- Maknai warna sesuai isi tulisan. Contohnya kalo isi tulisan tentang bencana, ya jangan pake warna-warna ceria yang terang dan lucu-lucu gitu. Ga pas dong,
- Pelajari layout majalah-majalah,
- Pertimbangkan hasil cetaknya nanti. Bisa dites print sendiri dulu,
- Serasikan warna dalam satu majalah. Jangan tiba-tiba di suatu halaman warnanya hijau kalem tiba-tiba pas mbuka halaman berikutnya malah warna pink nyolok mata. Ga enak bgt, ngagetin yg mbaca,
- Berikan ciri khas pada majalah,
- Lihatlah pameran-pameran seni rupa untuk belajar tentang pilihan warna yang bagus digunakan untuk suatu layout.
Semua yang di atas ini gampang diketikin, tapi susah ngejalaninnya. Gw blum fasih ngelayout. Ya post-an ini juga buat belajar gw sendiri. *Baru ngarti designing 1,5 taon